Rabu, 25 April 2012

kepastian cinta part 3

hai, aku bawa lanjutan cerbungnya. mungkin setelah ini aku agak ngaret ya. soalnya.... RAHASIA! he :D
langsung aja yuk ~

PART SEBELUMNYA ~

Setelah semua anak laki-laki mengambil undian, Pak Guru mencatat siapa duduk dengan siapa di buku catatannya.
Kini sampailah pada Alvin.
“Alvin Jonathan, kamu duduk dengan siapa?”
Alvin agak terkejut melihat nama di secarik kertas itu.

KEPASTIAN CINTA PART 3

“Sivia Alexis Chevalier.”
“What? Gue duduk sama titisan genderuwo kejengkang itu? NO NO NO!” ucap Sivia agak keras.
“Bicara apa kamu, Sivia?” tanya Pak Veri.
“Eh, gak, Pak. Pak, boleh tuker tempat duduk gak? Biar saya sama orang lain aja.” Pinta Sivia.
“Tidak bisa. Nama kalian sudah saya catat!” tegas Pak Veri yang disambut Sivia dengan hati yang tak karuan.
“Eh, Shill. Gue sama Cakka aja deh ya.” pinta Sivia kepada sahabatnya.
“Enak aja lo! Gue lagi seneng nih duduk sama Cakka. Dia kan pacar gue.” tolak Shilla.
Cakka adalah kekasih Shilla sejak setahun yang lalu, dia juga sahabat dekat Alvin Jonathan.
“Ah, elo, Shill.” desah Sivia nelangsa.
Setelah semua mendapat pasangan masing-masing, Sivia segera berjalan membawa tasnya menuju meja Alvin yang berada di sebelah kiri tembok persis.
“Geser lo!” kata Sivia.
“Enak aja. Ini kan bangku gue! Elo yang dudk sebelah sono.” Kata Alvin.
“Serah!” kata Sivia.
Sepasang mata sinis memandang iri kearah Alvin dan Sivia.
“Geseran dong, Ra.” Ucap seorang cowok kepada cewek itu yang ternyata bernama Zahra. Zahra segera bergeser untuk mempersilahkan cowok itu duduk.
Harusnya gue yang duduk sama Alvin, bukan elo Sivia batin Zahra kesal.
 “Ayo anak-anak, kita mulai ulangannya.” Kata Pak Veri.
Pak Veri membagikan soal ulangan Kimianya. Wajah Sivia bertambah pucat saking takutnya.
Setelah 1 jam mengerjakan soal, Sivia hanya berhasil menjawab 8 soal dari 20 soal yang diberikan.
“Waktu kalian tinggal 15 menit lagi.” Ucap Pak Veri.
“Sial! Kenapa gue lupa belajar sih tadi malem! Jadi gak bisa ngerjain kan.” gerutu Sivia.
Alvin yang mendengar Sivia menggerutu, langsung menyodorkan kertas jawaban miliknya perlahan untuk dicontek oleh Sivia. Sivia sangat terkejut. Tapi, dia segera memberikan senyum tanda terima kasihnya kepada Alvin. Tanpa babibu, Sivia segera menyalin jawaban Alvin ke kertasnya dengan hati-hati agar tidak ketahuan oleh pak Veri.
“Ya! Waktunya habis. Segera kumpulkan kertas ulangan kalian!” perintah Pak Veri.
Sivia tersenyum senang, dan segera mngumpulkan kertas jawabannya ke Pak Veri dan segera kembali ke tempat duduknya.
Tet Tet Tet.
Bel tanda istirahat terdengar.
“Selamat siang anak-anak.” Ucap Pak Veri mngakhiri kelasnya hari itu.
“Selamat siang, Pak.” Jawab anak-anak serempak.
Sivia akan mengajak Shilla ke kantin. Tapi, dia sedang sibuk pacaran dengan Cakka.
Bodo amat! Batin Sivia.
“Shilla, kantin yuk? Laper nih gue.” ajak Sivia.
“Elo sendiri deh ya.. Gue lagi sibuk nih.” Tolak Shilla.
Sivia hanya memanyunkan bibirnya. “Pacaran mulu elonya sih.” Omel Sivia.
“Bawel ah! Makanya punya pacar dong! Tuh, Alvin nganggur, pacarin aja dia.” Kata Cakka
PLETAKK!
Sivia menjitak kepala Cakka.
“Ogah gue!” kesal Sivia.
“Idiih emang siapa juga yang mau pacaran sama kunyuk kaya elo!” celetuk Alvin. “Cak, kantin yuk!” ajak Alvin yang sekarang memalingkan mukanya ke Cakka.
“Panggil gue ‘Kka’. Jangan ‘Cak’. Berasa jadi cicak deh gue. Lo gak liat apa gue lagi sibuk? Udah sanah ke kantin aja bareng Sivia.”
“Iya, Sivia. Masa elo tega sih gnggu gue sama Cakka lagi pacaran.” Kata Shilla dengan wajah memelasnya.
“Aahhh.. kalian tuh! Ya udah deh terpaksa gue sama titisan genderuwo ini!” kata Sivia terpaksa yang kemudian menarik lengan baju milik Alvin.
“Eh, jangan tarik-tarik dong!” kata Alvin sambil mencoba melepaskan tarikan Sivia. Saat sudah berhasil lepas, Alvin menoyor kepala Sivia.
“Aduuh, Alvin gak usah pake noyor kepala gue deh! Oh iya, di kantin elo yang traktir ya?” kata Sivia.
“Masih inget aja sama janji gue waktu itu.” Kata Alvin cuek.
“Iya dong! Urusan makan nomor 1, bro! Hahaha...” kata Sivia tertawa renyah.
Setelah sampai di kantin, Sivia memilih meja favoritnya dan segera menyuruh Alvin untuk memesankan bakso dan jus strawberry.
Setelah menunggu 10 menit akhirnya pesanannya datang juga.
“Makasih, Mba.” Kata Sivia kepada orang yang mengantarkan pesanannya. Sivia segera memakan bakso pesanannya.
Tiba-tiba BB Torch miliknya bergetar dari dalam saku roknya menandakan ada telepon masuk.
(Mrs. C = Mrs. Chevalier / Mama Sivia)
Sivia : Halo, Mah. Ada apa?
Mrs.C : Mamah minta maaf sayang. Hari ini mamah sama papah gak bisa jemput kamu. Kami ada urusan di Ausie sekitar sebulan. Ini juga udah sampai di bandara.
Sivia : Hah? Ke Ausie? Sebulan? Terus ntar yang jemput Sivia Kak Felix dong?
Mrs. C : Aduh, mamah lupa bilang! Kakak kamu juga mau pergi ke Seoul nemuin nenek disana. Kira-kira sebulan juga.
Sivia : Lho? Sivia sendirian di rumah dong?
Mrs. C : Gak kok. Mamah udah bilang ke temen mamah kalo anaknya disuruh jagain kamu di rumah.
Sivia : cowok apa cewek Mah?
Mrs. C : cowok, Sivia. Tapi, dia anaknya baik kok.. Kamu tenang aja. Bi Yem sama Pak Tatang juga ada di rumah. Ya udah deh mamah berangkat dulu ya sayang? Ini pesawatnya udah mau take off. Jaga diri baik-baik.
Sivia : Tapi, Mah...
TutTutTut
Sambungan telepon di putuskan oleh Mrs. Chevalier.
Tepat pada saat itu, ada SMS masuk ke I-Phone 4 berwarna hitam milik Alvin.
From : Mamah
Vin, Ntar kamu pulang sekolah langsung ke rumahnya Tante Cheva. Barang-barang kamu udah disana. Mamah sama papah ada urusan di Aussie.
To: Mamah
Ngapain Alvin ke rumah tante Cheva?
From : Mamah
Jagain anaknya.
To : Mamah
Emangnya Alvin baby sitter! Emang rumahnya dimana, Mah?
From : Mamah
Di Kompleks Taman Sari blok 8. Tanya orang sekitar situ pasti tau deh.
“Eh, elo tau gak rumahnya Tante Cheva?” tanya Alvin kepada Sivia.
“Tante Cheva? Itu nyokap gue, bego! Hah? Jadi elo yang bakal njagain gue?!!” ucap Sivia shock.
“Hah? Jadi elo yang bakal gue jagain? Oh My God! Gue mimpi apasih semalem!”
“Ah, sebenernya seneng kan lo? Ngaku aja deh. Kapan lagi bisa serumah sama cewek cantik kaya gue!” narsis Sivia agak keras.
“Hmmpptt.” Alvin membekap mulut Sivia.
“Ga usah kenceng-kenceng deh ngomongnya. Lo mau satu sekolah tau kalo kita bakal serumah? Kalo gue sih ogah.” Kata Alvin.
“Ya ga usah pake mbekap mulut gue dong.” Omel Sivia.
Tiba-tiba Zahra datang saat mendengar ocehan Sivia.
“Eh, siapa yang bakal serumah sama siapa?” tanya Zahra.
“Lo sama titisan nyi blorong! Puas lo?” kata Sivia cuek sambil meminum jusnya.
“Biasa aja kalee, Bu! Eh, ada Alvin.. Ngapain elo disini, Vin? Mending sama gue daripada sama nih kunyuk satu.” Ucap Zahra sinis. Sivia hampir tersedak dibuatnya.
“Eh, bilang apa lo barusan!” Sivia tak mau kalah.
“Udah deh, ga usah pda ribut. Gue sama Sivia juga udah mau pergi kok, Ra. Sorry ya?” ucap Alvin cuek kemudian langsung menggandeng tangan Sivia. Sivia hanya menurut.
“Eh, Vin.” Kata Zahra berusaha mencegah. Sivia hanya menjulurkan lidahnya kemudian tertawa senang.
“Eh, kenapa lo? Ketawa-ketawa sendiri? Saking senengnya ya gue gandeng?” tanya Alvin narsis.
“Ish! Ogah gue.” kata Sivia sambil melepaskan gandengan Alvin dan langsung berjalan 2x lebih cepat mendahului Alvin.
“Eh, Sivia tunggu. Gue mau ngomng.” Kata Alvin yang langsung mengejar Sivia.
Zahra sangat membenci pemandangan itu. Harusnya gue yang sama Alvin! Bukan elo!! Dasar cewe gatau diri! Batin Zahra kesal.
Tapi, kenapa ya Sivia kok gak ramah banget ke Zahra?
FLASHBACK ON...
Dua orang cewek berpakaian putih biru terlihat sedang bertengkar hebat di sebuah taman yang cukup sepi di hari yang panas itu.
“Maksud lo apa sih, Ra !! Dia itu cowo gue!! Kenapa lo rebut dia seenak jidat lo!” bentak salah seorang cewek.
“Suka-suka gue dong!! Gue tu gak suka sma lo Sivia, kenapa semua cowok yang gue suka selalu aja dekat sama lo ! Gak Kak Debo, Kak Ray, dan masih banyak lagi!!” bantak cewek yang bernama Zahra itu.
“Itu sih derita lo! Tapi, kak Ozy kan pacar gue! DAN LO GAK BERHAK BUAT REBUT DIA DARI GUE !!!” Sivia memberi penekanan pada huruf yang di caps lock.
“Hahaha... Tapi, dia udah jadi milik gue!!” kata Zahra sinis.
“Lo tuh ya...!!” sungut Sivia sambil mendekat ke arah Zahra dan menunjuk langsung mukanya.
“Dasar cwek MURAHAN LO !! Udah ambil aja tuh KAK OZY!! GUE GAK BUTUH DIA!!!” bentak Sivia sambil mengeluarkan air mata.
FLASHBACK OFF
Back to Alvin-Sivia
“ADUUHH!!! Mampus gue! Ada Jo.” Sivia sangat panik sehingga dia menarik tubuh Alvin untuk menyembunyikan dirinya.
“Eh, ngapain sih lo?!” kata Alvin kesal.
“Udah diem aja lo!” Sivia langsung menarik tubuh Alvin, jadi dia bersembunyi dibelakang Alvin. Alvin hanya bisa menurut saja karena kalau dia berdebat dengan Sivia tidak akan pernah selesai.
Ternyata, Jo hanya menyapa temannya dan sama sekali tidak memperhatikan keberadaan Alvin. Setelah Jo pergi, Alvin segera membalikkan badannya sehingga dia berhadapan dengan Sivia.
“Elo sih! Kalo suka tuh samperin..Jadinya kan gak perlu ngumpet-ngumpet segala. Gue juga kan yang repot.” Omel Alvin.
“Ahelah Cuma gitu doang juga masa ngambek sih, Vin. Gak cakep lagi deh tuh muka.” Goda Sivia.
“Ish! Apaan sih lo... Jangan nurunin pasaran gue ya!”
“Bah ! Memang ada cewek yang mau dengan cowo macam kau ini.” Kata Sivia dengan logat Bataknya (Kok jadi batak sih? Bodo amat #PLAAK. Abaikan)
“Siapa sih yang gak suka sama seorang ALVIN JONATHAN yang super ganteng ini.” Narsis Alvin.
“Najis lo!” kata Sivia yang kemudian meninggalkan Alvin dengan kenarsisannya.
 “Eh, tadi elo mau ngomong apa, Vin?” tanya Sivia.
“Ntar gue ga langsung ke rumah elo ya? Gue mau ke toko buku dulu.” Kata Alvin.
“Lah terus gue gimana?” tanya Sivia nelangsa.
“Iya elo pulang naik taksi kek.” Cuek Alvin.
“Ogah gue! Kan elo yang disuruh jagain gue ntar kalo gue kenapa-kenapa lo juga kan yang repot.” Sivia tak mau kalah.
“Bawel banget sih elo jadi cewek! Ya udah lo ikut gue aja.” Kata Alvin akhirnya menyerah.
================ooOoo=================
Saat pulang sekolah
“Hei bro! Gue liat seharian ini lo ceria banget.” kata Cakka.
“Hah? Perasaan biasa aja deh.” Kilah Alvin.
“Gak usah ngelak elo deh! Gue tuh sahabatan sama lo udah dari waktu lo mipisin kaki gue! BTW karena apasih? Gara-gara lo deket sama Sivia ya? Ngaku lo..Lo suka sama dia ya?” goda Cakka.
“Apaan sih! Udah sana urusin aja pacar lo tuh. Gue pergi dulu.” Ucap Alvin sambil berlalu saat melihat Sivia dan Shilla mendekat.
“Alvin kenapa tuh?” tanya Sivia.
“Au tuh! Samperin sana yayang lo.” Goda Cakka.
“Mau gue jitak lagi lo!” ancam Sivia.
“Iya iya sorry Sivia. Abisnya kalian deket banget sih.” Ucap Cakka membela diri.
“Tau deh. Ya ampun gue lupa ada urusan! Gue pergi dulu ya, Shill.. Kka.”
“Urusan apa Sivia?” tanya Shilla.
“Rahasia!” ucap Sivia setengah berlari.
Sivia berlari menuju parkiran, disana dia melihat Alvin sedang memainkan ponselnya sambil bersandar di sebuah mobil Ferrari f430 scuderia berwarna abu-abu. Tanpa berpikir, Sivia segera menghampiri Alvin dan berhenti di sebelah Alvin.
“Ngapain sih lo lama amat?” omel Alvin sambil menyimpan HP kedlam sakunya.
“Sorry.. Ya udah yuk cepet!” ajak Sivia.
“Hmm.. Ya udah. Cepetan lo naik.” Ujar Alvin jutek.
“Jleebb banget hati gue, Vin. Jutek banget sih elo!” erang Sivia.
“Ngaruh ya sma lo?!!” sinis seseoorang yang tiba-tiba datang tak diundang, pulang tak diantar. (Kok jadi nyambung ke jelangkung sih? #Pletaakk. Abaikan).

BERSAMBUNG ~
siapa tuh yg 'tiba-tiba datang tak diundang, pulang tak diantar'?
pasti udah ketebak kan? :D

1 komentar:

  1. kelinci99
    Togel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
    HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
    NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
    Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
    Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
    segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
    yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
    yukk daftar di www.kelinci99.casino

    BalasHapus