Sabtu, 02 Juni 2012

Kepastian cinta part 10

hai, ini aku lanjut cerbungnya. langsung aja yuk ~

 

PART SEBELUMNYA ~

 

JEDERR! (suara petir lho maksudnya)

 

KEPASTIAN CINTA PART 10

 

5 detik yang cukup membuat hati Sivia hancur berkeping-keping. Alvin tidak bisa berkutik, karena sanagt kaget. Tiba-tiba saja dia mulai merasa mulutnya terkunci, tak dapat bebicara.

Sivia mulai menitikkan air mata dan berjalan mendekati Alvin, tetapi, dia dicegah oleh Zevana.

“Ga usah deket-deket Alvin!” bentak Zevana. Sivia memandang tajam kearah Zevana.

“Gak usah cari ribut lo! Gue udah capek banget tanpa harus ribut sama lo!!” balas Sivia, kemudian dia mengarahkan pandangannya kearah Alvin dan mengguncang-guncang lengan Alvin.

“Lo..Lo tega, Vin!! Jadi, lo nganggep gue selama ini tuh apa, hah?!” seru Sivia yang mulai menangis.

“Jangan nangis, Vi.” Alvin berusaha merengkuh Sivia dalam pelukannya. Tetapi, Sivia dengan cepat menghindar. Dan tepat pada saat itu, hujan mulai turun dengan deras.

“Jangan deket-deket gue lagi! Gue udah gak tahan lo gantung terus, Vin!! Lo pikir gue apaan?! Gue tuh cewe, Vin!! Gue punya perasaan dan HATI yang bisa sakit!! Gue butuh CINTA YANG PASTI!! Semua omongan lo ke gue itu bullshit banget tau gak!! Sekarang gue mau tanya, sebenarnya elo mlih gue atao DIA, VIN!!” seru Sivia sambil terisak dan menunjuk Zevana yang sedang tersenyum penuh kemenangan.

“Gue...Gue..” belum sempat Alvin menjawab, Sivia sudah menyambarnya.

“Lo gak bisa jawab kan?!! Dasar pengecut lo!! Cowok brengsek! Bajingan lo! (Eh? Maaf kata-katanya kasar -__-)” bentak Sivia yang kemudian berlari pulang.

“Via..Tunggu!! Lo salah paham.” Panggil Alvin yang sudah ancang-ancang berlari untuk menegjar Sivia, tetapi, tangannya ditahan oleh Zevana.

“Udah, Vin. Biarin aja!”

“Elo.. Ini semua gara-gara elo!!” bentak Alvin pada Zevana.

“Gu..Gue? Maksud lo apa?” tanya Zevana kaget.

“Gue tu gak cinta sama lo!! Gue Cuma cinta sama Via. Lo denger?! Cuma Via!!” teriak Alvin.

“Gak..Gak mungkin! Lo Cuma cinta gue!!” seru Zevana shock.

Sementara itu, Sivia berjalan menuju rumahnya dengan gontai dan lemas. Dia kecewa terhadap Alvin. Sepanjang perjalanan dia menangis.

“Gue..Gak nyangka lo gini ke gue, Vin.” Gumam Sivia lirih sambil terus menangis.

Sampai di rumahnya. Ternyata Kak Felix sedang duduk di teras sambil meminum secangkir kopi. Kak Felix kaget dengan keadaan Sivia yang sudah tak tentu lagi, badan kehujanan, mukanya pucat, dan yang membuatnya sangat terkejut...Sivia menangis.

“Vi..Lo kenapa ujan-ujanan? Mana Alvin?” tanya Kak Felix sambil mengguncang kedua bahu Sivia.

“Gu..Gue..capek Kak..Gue gak tahan lagi.” Ucap Sivia lirih sambil terus menangis dan menggigil.

“Ya udah. Kita masuk aja ya? Muka lo pucet banget.” ajak Kak Felix.

Tiba-tiba..

BRUKK!!

Sivia pingsan dan untung Kak Felix dengan sigap menangkap tubuh Sivia.

“VIA....” seru kak Felix sambil menggendong Sivia masuk ke dalam rumah.

“Bi..Bi Yem...” panggil Kek Felix panik.

“Iya..Ada apa den? Masya Allah..Ini Non Via kenapa, den?” tanya Bi Yem kaget saat datang.

“Gatau, Bi. Bi tolong bantu saya ya?” kata Kak Felix yang kemudian membawa Sivia  ke kamar Sivia.

“Iya, Den.” Jawab Bi Yem.

“Bi tolong jaga dan rawat Via sebentar ya? Sama gantiin bajunya. Saya ada urusan sebentar.” Kata Kak Felix setelah membaringkan Sivia di ranjang.

“Iya, Den.” Sahut Bi Yem.

Kak Felix langsung berlari ke garasinya dan mengeluarkan mobil jazznya, dia berniat menuju taman.

Sampi disana, dia kaget karena Alvin sedang bersama Zevana di Paviliun. Dia menjadi sangat marah.

“ALVINN!!” teriak Kak Felix sambil berjalan kearah paviliun. Alvin yang mendengar namanya diteriakan langsung kaget saat melihat bahwa Kak Felixlah yang memanggilnya, dia langsung menghampiri Kak Felix.

“Felix, Via..Gimana Via?” tanya Alvin.

BUGG!!

Kak Felix langsung memukul pipi Alvin.

“Bajingan lo! Ngapain lo buat Via nangis lagi!!!” seru Kak Felix sambil memegang kerah baju Alvin.

“Sorry..Ini semua salah paham!” kilah Alvin.

“Salah paham apaan!! Jelas-jelas lo berduaan sama tuh Zevana!! Bisa-bisanya lo mesra-mesraan gitu sementara Via  sakit di rumah!! Brengsek lo!!”

BUGG!

Satu pukulan berhasil mendarat kembali di pipi mulus Alvin.

“Apa? Via sakit?” tanya Alvin kaget sambil memegangi pipinya yang sakit.

“Iya! Dan itu semua gara-gara lo! Lo bilang lo sayang sama Via!! Dasar cowok gak bertanggung jawab! Megang omongan aja lo gak bisa!! Lo tau? Dia selama ini selalu nahan tangisnya biar dia keliatan KUAT didepan lo!! Dia tuh cinta ke elo! Lo gak tau kan? Dan dia bilang ke gue kalau dia bakal nangis kalo emang HATINYA UDAH SAKIT BANGET!!! Ciih!! Dasar cowok ga punya perasaan lo!!” seru Kak Felix yang kemudian segera pergi dari taman itu.

Sementara itu, Alvin lemas, speechless. Dia telah menyakiti seseorang yang dicintainya.

Dia terus termenung menatap honda jazz Kak Felix berlalu dibawah guyuran hujan sambil terus memikirkan Sivia.

“ARRGGGGHH!!! KENAPA JADI GINI?! GUE SAYANG LO VIA! GUE CINTA SAMA LO!!” teriak Alvin.

Kemudian, dia terduduk lemas dan tak dapat menahan tangisnya. Ini pertama kalinya Alvin menangis. Zevana mendekati Alvin dan memeluk Alvin dari belakang.

“Lepasin gue!” sinis Alvin.

“Vin, kamu gak usah gini. Tadi cowok itu siapa sih? Kok tiba-tiba langsung mukul kamu?” tanya Zevana.

“Gue bilang LEPASIN GUE!!” sentak Alvin, karena Zevana tetap tak bergeming, Alvin dengan paksa melepas pelukan Zevana dan bangkit berdiri, dia menatap Zevana dengan tatapan penuh amarah.

“Lo! Ngapain lo tiba-tiba balik lagi ke gue setelah perlakuan lo dulu, hah?!” hardik Alvin.

“Gue sayang sama lo, Vin.”

“Gak usah bullshit deh lo! Seenaknya lo maenin perasaan gue! Dan gara-gara lo cewe yang gue cinta tuh sakiit!!!” seru Alvin yang kemudian berjlan menuju motornya untuk pulang ke rumah.

“GUE GAK AKAN PERNAH LEPASIN LO, VIN! GAK AKAN!!” teriak Zevana sekencang-kencangnya.

Sivia sudah sadar, dan sedang berjalan turun sambil memegangi kepalanya yang masih sangat pusing, ketika sampai dibawah dia terkejut melihat kakaknya basah kuyup dan terlihat sangat marah.

“Kak Felix abis darimana? Kok basah gitu?” tanya Sivia penuh selidik.

“Gak dari mana-mana,” jawab Kak Felix seraya berjalan mendekati Sivia.

“Lo tuh masih demam. Istirahat aja gih.” Kata Kak Felix saat menyentuh kening Sivia.

“Gak. Jawab dudlu pertanyaan gue. Kak Felix darimana?” ucap Sivia tegas.

“A..Abis dari taman.” Kata Kak Felix gugup, dia tahu Sivia tidak menyukai jika dia bertengkar atau memukul seseorang.

“Ngapan Kak Felix dari taman? Jangan bilang Kak Felix buat Alvin babak belur,” Kata Sivia khawatir.

“Vi, dia itu udah nyakitin lo. lo masih aja khawatir sama dia? Dia tuh gak pantes buat lo.” Ucap Kak Felix lembut.

“Kak Felix! Gue gak suka lo ngmong kya gitu! Dan gue gak suka lo maen pukul orang!” sentak Sivia.

“Maafin gue. Gue gak tega liat lo kaya gini.” Kata Kak Felix sambil mengelus rambut Sivia.

“Tapi...”

Kak Felix langsung menarik Sivia ke dalam pelukannya.

 

Saat makan malam, Alvin terlihat sangat lesu. Tante Rosa menjadi khawatir.

“Vin, kamu kenapa? Kok lesu gitu. Cerita dong sama mamah.”

“Alvin gak kenapa-kenapa kok, Mah.” Jawab Alvin sambil tersenyum lesu.

“Jangan boong sama mamah, Vin. Tapi, kalo emang kamu gak mau cerita gapapa kok. Mamh ngerti.” Ucap Tante Rosa bijaksana.

================ooOoo=================

Keesokkan harinya, Sivia memaksa Kak Felix untuk menijinkannya berangkat ke sekolah.

“Please, Kak! Gue gak mau ketinggalan pelajaran. Masa lo tega sih liat ade lo ini jadi bego, please, Kak. Bolehin gue berangkat.” Rengek Sivia.

“Tapi, Vi. Lo itu belum sehat bener. Ntar kalo lo tambah sakit gimana? Gue juga kan yang repot. Mana papah sama Mamah lagi di Singapura.”

“Kak..Gue itu udah sembuh. Lo liat gue kan? Udah gak pucet lagi, gak nangis lagi, udah ceria malah.” Ucap Sivia tak mau kalah.

“Tapi, Vi..”

“Please, Kak.” Sivia memohon.

“Iya..Iya deh. Tapi, gue anter ya?” kata Kak Felix sambil menaiki mobilnya.

“Siip.” Kata Sivia mengikuti Kak Felix.

Selama perjalanan, mereka terlibat dalam obrolan seru.

“Vi, liburan kali ini gue bakal ke LA loh! Lo pasti ngiri deh.Hahaha..” ledek Kak Felix.

“Hah? Ke LA? Dan lo gak ngajak-ngajak gue, Kak? Jahat lo!” omel Sivia.

“Lah..Lo kan maunya ke Paris.”

“Itu duluu..” kata Sivia sambil menunduk.

Kak Felix merasa bersalah karena mengingatkan Sivia tentang Alvin.

“Sorry, Vi. Maksud gue bukan...”

“Udah, gapapa.. Gue emang udah gak mood lagi kok ke Paris. Gue ikut lo aja ya ke LA? Please, Kak.”

“Tapi, gue kan sama temen-temen gue, Vi.”

“Terus lo tega ninggalin gue gitu?”

“Ya, jelas gak lah.”

“Ya udah! Bolehin gue ikut! Lagian gue udah tau kenal sma temen-temen lo kan?” Sivia tetap bersikeras.

“Iya, deh. Tapi, gue ingetin aja.. Lo jangan sampe kaget kalo ketemu mereka.” ucap Kak Felix.

Sivia mengerutkan dahinya. “Kaget? Emang kenapa?” tanya Sivia bingung.

“Gak. Udah lo turun sana. Udah nyampe nih.” Kata Kak Felix mengakhiri obroaln mereka.

“Ya udah, deh! Gue berangkat dulu, Kak. Bye!”

“Bye!”

Sivia berjalan sepanjang koridor sekolah dengan berusaha seceria biasanya. Saat akan sudah sampi di kelasnya, dia melihat Alvin yang memakai jaket hitam bersender di dinding dekat pintu dengan telapak kaki kirinya ditempelkan ke dinding (Wuih! Bayangin aja kalo Alvin beneran gitu. Keren badai!). Sivia sempat terpesona karena Alvin terlihat sangat cool. Tapi, dia segera menepis perasaan itu, kemudian dia berjalan melewati Alvin tanpa menoleh sedikitpun.

Alvin tiba-tiba menarik tangan Sivia.

“Apaan sih? Lepasin gue!”

“Gak, sebelum lo mau dengerin penjelasan gue!”

“Penjelasaan buat apa! Udah deh sekarang lepasin gue! Sakit tau!” bentak Sivia. Alvin kemudian melepaskan tangan Sivia.

Sivia segera ngeloyor pergi dan duduk dibangkunya sambil memasukkan kepalanya dalam lipatan tangannya. Tiba-tiba ada tangan yang menepuk bahunya, tapi Sivia tidak menghiraukan. Seolah tidak ingin dikacangin, tangan itu menepuk pundak Sivia lebih keras.

“Rese lo ya! Apaan sih?” omel Sivia sambil mendongak.

“Oh, elo! Ada apa?” tanya Sivia malas saat melihat Alvin lah yang menepuk pundaknya.

“Gue mau jelasin semuanya, Vi. Dan lo harus dengerin gue!”

“Siapa gue lo! Maen ngatur-ngatur! Terserah gue dong mau dengarin ato gak! Urusin aja tuh MANTAN TERSAYANG LO yang SEKARANG udah jadi PACAR LO LAGI!!” seru Sivia kesal.

“Lo cemburu ya?” goda Alvin sambil tersenyum jahil.

“Idiih! Males banget gue cemburu sama si nenek lampir sialan itu! Ciih! Gak sudi gue!”

“Lah terus ngapain tadi lo marah-marah gitu?”

“Ya suka-suka gue, mulut-mulut gue! Kok lo yang ribet sih?!” sinis Sivia yang kemudian langsung beranjak pergi keluar kelas.

Alvin tanpa ragu langsung mengikuti Sivia keluar kelas dan menjejeri langkah Sivia.

“Ya suka-suka gue juga, ini kan mulut gue.” ucap Alvin santai mengikuti kata-kata Sivia. Sivia mendongak sebentar sambil memandang Alvin sinis.

“Udah deh! Mau apa lo sebenernya ganggu gue?”

“Emm..Gue mau jelasin kejadian yang sebenarnya ke elo, Vi.” Ucap Alvin serius.

“Gue gak butuh penjelasan apa-apa dari elo ya! Udah deh gak usah ganggu gue lagi!”

Tiba-tiba Zevana datang dan langsung merangkul Alvin mesra.

“Hai, baby...” kata Zevana sambil melirik sinis Sivia. Tubuh Sivia menegang, dia hampir menumpahkan air matanya.

“Apaan sih lo! Lepasin gue! Dan jangan panggil gue ‘baby’! I’m not your baby!” sentak Alvin melepas rangkulan Zevana.

“Iih! Alvin kok gitu sih?” Zevana mengguncang lengan Alvin manja.

Sivia yang sudah tidak tahan, langsung berjalan menjauh menuju taman sekolah.

Alvin segera mengejar Sivia yang mulai hilang dari pandangan.

“Vi....” panggil Alvin.

Sivia tidak mengiraukan panggilan Alvin, matanya panas dan kepalanya begitu pusing, dia segera menghentikan langkahnya saat berada di taman.

“Alvin! Lo jahat banget! Hiks..Hiks..” Sivia terisak.

“Via..” lirih Alvin sambil memeluk Sivia dari belakang.

“Alvin? Lepasin, Vin!” Sivia berusaha melepas pelukan Alvin. Tetapi, Alvin malah semakin mengeratkan pelukannya.

“Gue sayang elo Vi! Gue cinta sama elo..” bisik Alvin di telinga Sivia.

“STOP! Gak usah bullshit lo! Gak mempan lagi tau gak! Gue benci sama lo!” sentak Sivia melepas pelukan Alvin, kini dia memandang Alvin dengan tatapan nanar.

“Vi..Lo dengerin gue. Please, sekali ini aja.” Pinta Alvin.

“Gue..Gue..” Sivia memegang kepalanya yang semakin pusing, Tiba-tiba....

BRUKK!

Sivia pingsan dipelukan Alvin.

“Via... Ya ampun Vi..Via..” Alvin sanagt panik, dia segera menggendong Sivia menuju UKS.

15 menit kemudian.....

Sivia mengerjapkan kedua matanya, perlahan dia melihat sekitarnya. Kemudian dia berusaha bangun. Tetapi, kepalanya begitu pusing.

“Aww..” rintih Sivia.

“Eeh..Lo jangan bangun dulu..” cegah Alvin.

“Gue dimana?”

“Lo di UKS. Tadi lo pingsan, jadi gue bawa lo ke UKS.”

“Makasih.” Ucap Sivia sambil menyunggingkan senyum manisnya.

“Iya. Lagian elo masih sakit nekat aja berangkat sekolah. Lo tuh bikin gue khawatir tau gak.” Cerocos Alvin.

Sivia menatap Alvin heran, “Lo khawatir sama gue?”

“Iya lah. Gue kan sayang sama lo, Vi.” Ucap Alvin sambil menatap mata Sivia dalam.

Sivia memalingkan mukanya dan mulai menitikkan air matanya, “Gak usah lo bullshit depan gue!”

“Sivia, gue sama Zevana tuh gak ada apa-apa. Dan asal lo tau walaupun Zevana ngejar-ngejar gue gimanapun cinta gue tetep buat elo.” Kata Alvin lirih.

Sivia terisak pelan, kemudian dia pergi meninggalkan Alvin.

Sorry, Vin. Gue belum siap sakit hati lagi. Cukup sekali aja gue sakit batin Sivia sambil berjalan menunuduk dan terus menangis. Tanpa dia sadari, dia menabrak seseorang.

BRUKK!

“Ma..Maaf..” ujar Sivia sambil mendongak.

“Kalo jalan pake mata dong! Eh, elo..! Haha... Nangis lo? Kenapa? Ditolak Alvin?” sinis orang yang ditabrak SIvia. Ternyata itu Zevana.

“Gue lagi gak mood ribut sama lo ya! Minggir lo!” bentak Sivia sambil terus terisak.

“Santai dong! Lagian lo jadi cewek kok GATEL banget sih! Udah tau Alvin lebih milih gue, tetp lo deketin dia!” sungut Zevana.

PLAAKK!

Satu tamparan berhasil mendarat dipipi Zevana.

“Jaga tuh mulut ya! Dasar cewek murahan! Dulu lo sia-siain Alvin, nah sekarang lo NGEMIS-NGEMIS CINTANYA Alvin, emang dasar gak punya malu lo ya! Dan satu lagi, Lo jadi cewe tuh gak usah kepedean deh! Sejak kapan Alvin mau sama cewek kaya lo?!” bentak Sivia sambil menunjuk tepat di depan muka Zevana.

“LO.....”

“Apa? Emang kenyataan kan? Udah deh! Mending minggir lo! Gue males ngomong sama lo.” Cerocos Sivia sambil mendorong tubuh Zevana menjauh.

Sampai di kelas, Shilla langsung menghampirinya dengan semangat.

“Eh, lo kenapa? Abis nangis ya?” tuduh Shilla.

“Eh, gak kok. Ada apa nih? Kok lo keliatan semangat banget?” tanya Sivia mengalihkan pembicaraan.

“Oh..itu, oya gue mau ngasih tau lo tentang prom night besok. Menurut yang gue denger, semua siswa wajib ikut ke prom night. Dan kalo bisa tuh sama pasangan gitu. Kalo gak ya ngajak siapa gituu...” Jelas Shilla bersemangat.

“Hah? Wajib?” Shilla mengangguk pasti mendengar pertanyaan Sivia.

“Huuhh.. Padahal gue males dateng!” keluh Sivia.

“Kenapa? Kan seru, daripada di rumah Cuma nonton tv mending ikut prom night kan?” tanya Shilla.

“Iya sih.. Tapi..”

“Gak ada tapi-tapian. Lagian kan emang wajib. Eh, lo mau dateng sama siapa?” Sivia hanya mengangkat bahunya.

“Emm... Gue sama lo aja ya, Shill?” pinta Sivia.

“Eh, sorry, Vi. Gue kan sama Cakka.”

“Oh iya.. Ya udah deh gapapa.”

================ooOoo=================

Sampai di rumah, Sivia langsung menghempaskan tubuhnya di sofa dan langsung menyalakan Tvnya. Walaupun Sivia tidak memperhatikan acara di Tv-nya karena dia hanya memikirkan acara Prom Night BESOK!!

Tiba-tiba sesosok tubuh menghempaskan tubuhnya disamping Sivia, Sivia mendongak dan malihat Kak Felix lah yang duduk dismapingnya, dia tiba-tiba tersenyum cerah.

“Eh, ngapain lo senyum-senyum gitu liat gue? Gue tau gue ganteng kok.” Narsis Kak Felix saat melihat Sivia tersenyum cerah kearahnya.

“Iya.. Kakak emang ganteng banget! Paling ganteng malah..”

“Stop! Sebelum lo lanjutin rayuan lo yang gak bermutu itu, mending lo langsung to the point aja deh. Lo ngrayu gue pasti ada maunya kan?” tebak Kak Felix sempurna.

“Hehehe.. Gini, Kak.. Gue mau ngajak lo ke prom night besok. Lo mau ya? Masalahnya itu wajib dan kalo bisa bawa pasangan gitu atau yang penting berdua deh.”

“Itu kan kalo BISA, nah gue ga mau ah! Kenapa lo gak pergi sendiri aja sih?”

“Masa lo tega gue disana Cuma bengong kaya orang ilang gitu Gue kan ade lo. Please, Kak.” Pinta Sivia denga tatapan yang tak dapat ditolak oleh Kak Felix.

“Aarrgghh!! Lo tuh ya bisa aja maksa gue..” kata Kak Felix akhirnya menyerah.

================ooOoo=================

Besoknya pukul 18.00.

“Eh, meding lo siap-siap deh, Kak. Acaranya jam 7 tau! Dan gue ga mau telat.” Paksa Sivia sambil memndorong Kak Felix kedalam kamarnya.

“Iya...Iya..Bawel lo ah!” Kak Felix segera menutu pintu kamarnya untuk berganti baju.

Sedangkan Sivia yang sudah tampak sangat anggun dan cantik mengenakan dress selutut berwarna merah dengan lengan terbuka ditambah dengan make up tipis dan natural yang dipakainya.

Sivia duduk didepan TV sambil sesekali merapikan rambutnya yang dihiasi dengan bandana senada dengan dressnya.

Setengah jam kemudian, Kak Felix selesai berganti baju dan menghampiri Sivia.

“Iih. Lo ganti kok lama banget dih Kak! Kaya cewek aja.” Omel Sivia saat berjalan menuju mobil Kak Felix.

“Ketularan elo.” Jawab Kak Felix santai.

“Enak aja! Udah ah! Ayo buruan!” ajak Sivia.

Sampai di sekolah, Sivia menggandeng tangan Kak Felix.

“Ish! Jangan pake acara gandeng-gandengan deh! Lo nurunin pasaran gue tau gak?” protes Kak Felix.

“Ssttt! Diem lo! Mau nurunin pasaran lo gimana? Lo emang gak laku kok.” Kata Sivia santai.

“Sialan lo!” sungut Kak Felix.

Sampai di dalam, Sivia dan Kak Felix menjadi perhatian semua orang disitu, bagaiman tidak? Sivia yang malam itu tampak cantik dan anggun bergandengan dengan cowok tinggi dan tampan.

“Siapa tuh cowok? Cakep banget?”

“Pacarnya Via? Emang cocok banget sih mereka?”

“Wiih! Via nemu dimana ya cowo cakep gitu?”

Begitulah kira-kira pertanyaan yang terlontar dari orang-orang yang memperhatikan Sivia dan Kak Felix.

Sementara itu, Sivia dan Kak Felix tetap berjalan cuek menuju dekat meja tempat makanan dan minuman disediakan.

“Huu,, Gue haus banget!” ucap Sivia sambil mengambil gelas berisi cocktail yang telah tersedia.

Sedangkan Kak Felix mengambil kue yang ada dihadapannya, dia langsung mengambil dua potong kue. Itu membaut Sivia menjadi ilfeel.

“Kak, elo kalo makan tuh inget tempat kek.” Protes Sivia.

“Maksud lo?” tanya Kak Felix seraya menyuapkan potongan kue kedalam mulutnya.

“Masa sekali ambil, dua gitu. Bikin gue ilfeel tau gak sih!” kata Sivia sambil melipat kedua tangan di dadanya.

“Sebodo! Lo bukan pacar gue inih. Mau ilfeel atau apa gitu gak mikir deh gue.”

“Iih!! Kak Feliiixxx!! Lo tuh ya! Gue tabok tau rasa lo.” Sungut Sivia.

“Weekkss! Lo tabok gue tinggal lho!” ancam Kak Felix.

Sivia kesal dan langsung memalingkan wajahnya kearah lain, saat sedang menyapu pemandangan disitu, ekor matanya menangkap dua sosok yang sedang berdiri bersama disalah satu sudut ruangan.

“Eh, itu bukannya si Alvin ya? Sama Zevana?” gumam Sivia.

Sivia terus memperhatikan Alvin dan Zevana yang sepertinya sedang mengobrol. Eh salah! Bukan mengobrol, karena Alvin hanya terlihat mendengarkan dengan malas semua ucapan Zevana. Sivia tersenyum senang melihatnya.

“Woi! Ngapain lo senyum-senyum gitu?” tanya Kak Felix agak keras sambil melambaikan tangannya didepan wajah Sivia.

“Sssstt! Bisa gak sih lo kalo ngomong tuh dipelanin sedikit suaranya?” ucap Sivia kesal setengah berbisik.

Tepat pada saat itu, Zevana dan Alvin langsung menoleh mendengar suara Kak Felix yang agak keras. Alvin terkejut saat melihat Sivia dan Kak Felix yang ternyata berada di acara Prom night. Sedangkan Zevana, dia terlihat tidak senang karena malihat Sivia ternyata bersama dengan seorang cowok cakep di prom night itu.

Alvin segera berjalan menghampiri Sivia dan Kak Felix, tetapi tangannya ditahan oleh Zevana.

“Lo mau kemna?” tanya Zevana.

“Not your bussiness!” Alvin berusaha melepaskan tangannya.

“Tunggu! Gue ikut!” pinta Zevana.

“Gak! Ngapain sih lo ngikutin gue terus! Babu gue juga bukan.” Ucap Alvin kesal.

“Tapi, gue kan gamau jauh dari elo..” kata Zevana manja.

Alvin jengah mendengar perkataan Zevana, dia langsung berjalan meninggalkan Zevana dibelakangnya.

Kak Felix yang terlebih dahulu melihat Alvin berjalan mendekati tempat mereka langsung menggenggam erat tangan Sivia.

“Iih! Apaan sih, Kak!” protes Sivia sambil mencoba melepaskan tangannya.

“Sst! Ga usah bawel lo!” Sivia hanya memandenag heran Kak Felix, dan langsung paham ketika melihat Alvin berjalan mendekati tempat mereka bersama Zevana dibelakangnya.

 “Hai, Vi.” Sapa Zevana bermanis-manis.

“Hai juga!” balas Sivia kaku sambil meremas kuat-kuat gelas yang dipegangnya.

“Eh, cowo ini siapa? Kayaknya gue pernah liat deh.” Tanya Zevana sambil berusaha mengingat.

“Oh iya! Lo Felix kan? Yang waktu itu mukulin pacar gue?” kata Zevana.

Kak Felix dan Alvin langsung cengo mendengar perkataan Zevana.

“Pacar lo? Kapan gue mukulin pacar lo? Ketemu juga belum pernah!” kilah Kak Felix.

“Gak usah boong deh! Orang gue liat sendiri lo mukulin Alvin kan?” kata Zevana.

“Eh, tunggu! Gue makin pusing nih! Emang bener gue waktu itu mukulin Alvin, tapi, gue gak pernah mukulin pacar lo!” ucap Kak Felix kesal.

“Dasar lemot! Alvin kan pacar gue!” ujar Zevana.

Sivia langsung tersentak hebat “Lo pacaran sama dia, Vin?” tanya Sivia wa-was.

“Eh, gak kok! Sumpah demi apapun deh! Lo ngapain sih ngaku-ngaku jadi pacar gue!” seru Alvin kesal.

“Ah, bodo! Mending gue pergi deh! SUMPEK disini!” ucap Sivia sambil berjalan pergi membawa gelas berisi cocktailnya.

Eh kenapa tu bocah? Pikir Kak Felix sambil menatap cengo kepergian Sivia.

“Sebodo deh! Eh, disini ternyata ceweknya oke juga! Gue mau kecengin tuh yang lagi sendirian ah!” ujar Kak Felix saat melihat seorang cewek yang sedang berdiri sendiri di depan pintu masuk.

“Eh, kok pada pergi sih? Gue ikut pergi juga deh!” kata Alvin sambil ngacir meninggalkan Zevana.

“Alvin cimit-cimit gue! Tungguin dong!” kata Zevana sambil mengikuti langkah Alvin.

Sementara itu, Sivia berjalan tanpa melihat arah. Tiba-tiba....

BRUKK!!

 

BERSAMBUNG~

heran gue. kenapa ya setiap cerbung ini bersambung, pasti ada suara aneh. 'Bruk!' atau 'Byur!' atau 'Jeder!' -___-

1 komentar:

  1. kelinci99
    Togel Online Terpercaya Dan Games Laiinnya Live Casino.
    HOT PROMO NEW MEMBER FREECHIPS 5ribu !!
    NEXT DEPOSIT 50ribu FREECHIPS 5RB !!
    Ada Bagi2 Freechips Untuk New Member + Bonus Depositnya Loh ,
    Yuk Daftarkan Sekarang Mumpung Ada Freechips Setiap Harinya
    segera daftar dan bermain ya selain Togel ad juga Games Online Betting lain nya ,
    yang bisa di mainkan dgn 1 userid saja .
    yukk daftar di www.kelinci99.casino

    BalasHapus