Sabtu, 02 Juni 2012

Kepastian cinta part 9

hai, aku lanjut cerbungnya... mm.. utk cerpen request maaf bgt. udh aku bikinin, tpi kehapus :( psti aku bikinin lagi. tapi, di post lain hari ya.. gpp kan?

langsung aja yuk ~

 

PART SEBELUMNYA ~

 

BYURR!!

 

KEPASTIAN CINTA PART 9

 

Sivia sangat shock. Dia langsung membalik badannya dan mendapati Zevana sedang memegang gayung sambil tersenyum sinis kearahnya.

“Oops.. Sorry! Gue sengaja.” Ucap Zevana.

“Eh, dasar nenek lampir lo ya! Maksud lo apa pake nyiram gue segala?!” bentak Sivia.

“Salah lo sendiri! Ngapain tadi lo buat gue jatoh? Sekarang rasain tuh pembalasan dari gue!”

“Itukan elo yang minta sendiri!! Dasar cewek stress lo!! Gak malu kali ya.. Ngajak cowok balikan geto.. Jibang deh lo..” sindir Sivia.

“Eh, elo!!! Tapi, yang jelas gue bakal diterima! Ngerti lo?” kata Zevana PD.

“PD gila lo! Seyakin apa emang lo?”

“Yakin banget nget nget nget!!” kata Zevana dengan gaya centil.

“Gue sih gak yakin banget nget nget nget!!” balas Sivia dengan meniru gaya Zevana.

“Eh, gak usah ngajak ribut deh lo!! Gini aja gue buktiin ke elo kalo gue pasti bisa ngedapetin Alvin lagi. Dia kan udah cinta mati sama gue!”

“Huuuu!! Dasar nenek lampir gak tau malu!” seru Sivia sambil berlalu.

Sivia berjalan sepanjang koridor sekolah dengan perasaan malu karena bajunya basah kuyup dan sekarang menjadi pusat perhatian orang-orang.

Tanpa sadar dia membelokkan kakinya kearah taman sekolah. Disana dia melihat Alvin sedang duduk memegang gitar dan bersiap untuk menyanyi. Sivia perlahan berjalan mendekat.

 

Aku yang tak pernah bisa lupakan dirinya

Yang kini hadir diantara kita

Namun ku juga takkan bisa menepis bayangmu

Yang slama ini temani hidupku

 

Maafkan aku menduakan cintamu

Berat rasa hatiku tinggalkan dirinya

Dan demi waktu yang bergulir di sampingmu

Maafkanlah diriku sepenuh hatimu

Seandainya bila ku bisa memilih

 

Kalau saja waktu itu ku tak jumpa dirinya

Mungkin semua tak kan seperti ini

Dirimu dan dirinya kini ada di hatiku

Membawa aku dalam kehancuran

 

Alvin menghentikan nyanyiannya dan menaruh gitarnya disampingnya. Sivia masih tertegun setelah mendengarkan Alvin bernyanyi.

Maksudnya apa? Kenapa dia nyanyi lagu itu? Pikir Sivia.

“Suara lo bagus.” Puji Sivia sambil tersenyum. Alvin langsung melihat kebelakang, dan melihat Sivia sedang berjalan mendekat kearahnya sambil tersenyum manis, dia pun membalas senyuman Sivia.

“Sejak kapan lo disitu?” tanya Alvin saat Sivia sudah duduk di sampingnya.

“Sejak lo nyanyiin lagu itu.” Jujur Sivia.

“Oh.” Jawab Alvin singkat.

“Kenapa lo nyanyiin lagu itu?” tanya Sivia yang sudah tidak tahan. Alvin menaikkan satu alisnya dan menatap Sivia heran.

“Itu hak gue.”

“Tapi, kenapa?”

“Belum saatnya lo tau.” Kata Alvin memandang ke depan.

“HATCII!!”

Sivia bersin karena kedinginan gara-gara bajunya yang basah. Alvin yang mendengar itu, langsung mengalihkan pandangannya pada Sivia yang bajunya basah kuyup.

“Baju lo? Kok basah kuyup?” tanya Alvin yang baru sadar.

“Zevana.. Hatcii..”

“Tuh kan.. Apa gue bilang! Mending lo ganti baju dulu gih! Daripada ntar lo sakit.” Nasihat Alvin.

“Ganti pake apa? Nih baju gue satu-satunya.”

“Ya udah. Pake jaket gue aja dulu. Nih.” Alvin menyodorkan jaketnya.

“Tapi...”

“Gapapa. Yuk gue temenin lo ganti. Takutnya elo kenapa-kenapa lagi.” Ucap Alvin yang langsung menarik lembut tangan Sivia. Sivia hanya pasrah mengikuti Alvin.

Setelah berganti baju, Sivia dan Alvin berjalan menuju kelas mereka. Di pintu kelas, mereka bertemu dengan Zevana. Alvin melewati Zevana begitu saja sedangkan Sivia berjalan mengikuti dibelakangnya sambil menjulurkan lidahnya kearah Zevana.

Zevana yang kesal langsung menyandung (gak tau namanya -__-) kaki Sivia dengan sengaja.

“Waaaaa...” teriak Sivia yang limbung. Alvin yang menyadari itu,langsung berbalik dengan cepat dan....

 

HAPP! (lalu ditangkap! *ceileh malah nyambung ke lagu*)

Alvin menangkap tubuh Sivia yang hampir saja jatuh. Selama beberapa detik Alvin bertatapan dengan mata Sivia dan selama beberapa detik itu pula, Alvin merasakan getaran-getaran aneh itu lagi.

 “Eh, Vin. Bisa lepasin gue? Maluu nih.” Ucap Sivia.

“Kalo lo gue lepasin ntar lo jatuh lagi.”

“Maksud gue. Berdiriin gue!”

“Dari tadi kek bilang.” Kata Alvin yang langsung membantu Sivia berdiri dan seketika itu pula....

“CIIIEEEEEE!!”

“SUIT SUIT!!”

“PRIKITIUWW!!!”

Koor anak-anak sekelas yang langsung membuat wajah Sivia dan Alvin memerah. Mereka langsung saja berjaln menuju tempat duduk mereka. Di sisi lain, bukan hanya wajah mereka yang berubah memerah. Wajah Zevana pun berubah memerah saking kesalnya.

“Sial! Niat gue buat bikin malu Via, malah bikin dia tambah deket sama Alvin! Sial Sial Sial!!” sungut Zevana.

================ooOoo=================

“WOI!! HARI INI BU AMOR GA MASUKK!!!” seru Obiet ceria saat memasuki kelas.

“Serius lo?” sahut Sivia penuh harap.

“Dua rius malah! Hahahah...” Obiet tertawa gembira diikuti oleh teman-teman sekelas mereka, tidak terkecuali Sivia.

“Horeee!! Sik asik.. Elo ga ikut seneng juga, Vin?” tanya Sivia kepada Alvin yang dari tadi kerjaannya hanya membaca sebuah novel.

“Gue malah pengen pelajaran.” Sahut Alvin yang membuat Sivia cengo.

“Emang gini ya? Kalo duduk sama orang pinter.. Guru gak ada malah sedih..” ledek Sivia sambil cengengesan yang langsung mendapat jitakan dari Alvin.

“ALVINN!! Bisa gak sih gak usah jitakin kepala gue?” omel Sivia sambil memegangi kepalanya yang terkena jitakan Alvin.

“Gak bisa tuuh..” kata Alvin sambil mengacak-acak poni Sivia.

“Iih apa-apaan sih lo, Vin? Jadi berantakan kan? Huuh..” sungut Sivia sebal sambil menata rambutnya kembali.

“Tetep cantik kok.” Puji Alvin tulus sambil tersenyum manis.

“Gomballl!!!” seru Sivia.

Alvin hanya menejulurkan lidahnya sebagai jawaban karena tepat pada saat itu, bel masuk berbunyi.

Tapi, dia ingat bhawa hari ini Bu Amor tidak masuk, maka dia langsung membuka novelnya dan mulai membaca. Sivia mendesah pelan, kalau alvin sudah membaca novelnya dia sudah tidak bisa diganggu lagi.

Akhirnya, Sivia menyibukkan dirinya dengan membuka twitter lewat I-Phone nya.

Dia tertawa melihat timeline nya. Tiba-tiba ada yang mengambil HP Sivia secara paksa. Dan orang itu adalah Zevana.

“Woi! Balikin!” kata Sivia sambil berdiri dan menggebrak meja dengan keras. Alvin yang sedang konsen membaca langsung terlonjak kaget sambil mengelus-elus dadanya.

“Elo kenapa, Vi? Ya, ampun. Lo hampir bikin gue jantungan.”

“Tuh! Si nenek lampir gila! Main ngambil HP gue aja!” omel Sivia.

“Eh, kurang aja ya lo!” kata Zevana.

“Sebodo! Kalo naksir sama HP gue bilang aja lagi!” ejek Sivia.

“Idiih! Najis gue naksir sama HP lo! Kok HP lo samaan kaya punya Alvin sih?” tanya Zevana.

“Suka-suka gue dong! Sini balikin.” Ujar Sivia sambil mengambil Hpnya yang berada digenggaman Zevana dan langsung kembali duduk.

“Eh, Vin. Kok HP Via samaan kaya punya lo?” tanya Zevana menatap Alvin.

“Gue yang beliin dia.” Ujar Alvin.

“Tuh denger! Dah puas kan lo? Sekarang pergi deh!” usir Sivia. Zevana menatap tidak percaya kearah Alvin dan langsung melengos pergi.

Alvin dan Sivia langsung menyibukkan diri dengan kegiatan masing-masing. Tiba-tiba Alvin menggebrak meja dan tertawa senaang. Sivia pun langsung terlonjak kaget.

“Woi! Ngapain sih lo? Tadi gue yang nggebrak meja, sekarang lo.” Gerutu Sivia.

“Hehehe.. Sorry, Vi.” Kata Alvin sambil cengengesan nggak jelas.

“Hmm..” itulah jawaban Sivia. Tetapi, Alvin tidak memperdulikan jawaban Sivia karena sekarang dia tau bagaimana cara menentukan pilihannya.

“Gue bakal lakuin ini sebulan penuh” gumam Alvin mantap.

================ooOoo=================

Akhir-akhir ini, Alvin menjadi orang yang aneh terkadang dia dekat dengan Sivia dan terlihat seperti orang pacaran. Tetapi, terkadang dia juga dekat denagn Zevana. Setiap Sivia menanyakan tentang hal itu, Alvin selalu saja berhasil ngeles. Tapi, akhir-akhir ini, Alvin sedang sangat dekat dengan Zevana. Tentu saja hal itu, membuat Sivia sangat cemburu.

Tak terasa waktu sudah berjalan selama 25 hari. Alvin masih belum bisa menentukan pilihannya. Dia termenung sendiri dibalkon rumahnya.

Tiba-tiba Hpnya bergetar, tanda ada sms masuk.

From : Alexis._.Via

Vin, temenin gue jalan yuk!  Soalnya Kak Felix ga bisa.

To : Alexis._.Via

Oke. Gue jemput lo sekarang.

Alvin segera melajukan cagiva miliknya menuju rumah Sivia, sampai disana Sivia ternyata telah menunggu kedatangannya. Segera saja Sivia membonceng di belakang Alvin.

“Eh, kita mau kemana nih?” tanya Alvin.

“Emm.. Kemana ya? Oh iya, ke cafe ALVz dulu ya? Gue laper.” Kata Sivia.

“Siip.” Alvin langsung memakai kembali helmnya dan melesat dijalanan menuju cafe ALVz.

Alvin memerkirkan motornya di pelatarn parkir cafe ALVz. Dia segera mengajak Sivia masuk.

“Gue gak mau di dalem, Vin. Gue maunya di luar aja.” Ucap Sivia memaksa.

“Iya..deh. Duduk disitu aja yuk?” ajak Alvin menunjuk sebuah meja kosong. Sivia mengangguk senang sambil berjalan menuju meja tersebut.

“Elo mau pesen apa?” tanya Sivia.

“Gue samain aja kaya lo.” Ujar Alvin santai.

“Kalo gitu berarti pancake strawberry sama jus jeruk.” Ucap Sivia yang diangguki oleh Alvin.

“Oke. Kalo gitu gue mesen dulu ya?” kata Sivia yang langsung berjlan masuk kedalam untuk memesan makanan. Dia berjlan menuju bar yang ada di sebrang ruangan.

“Mba, pancake strawberry 2 sama jus jeruk 2 untuk meja nomor 8 ya?” Ucap Sivia kepada pelayan disitu.

“Baik, Mba. Ini billnya.” Kata pelayan itu sambil menyerahkan bill kepada Sivia. Sivia segera membayar bill itu.

“Terima kasih.” Ucap pelayan itu yang dibalas dengan senyuman oleh Sivia. Dia segera kembali menuju mejanya.

Kemudian Alvin dan Sivia terlibat pembicaraan yang seru sampi pesanan mereka datang. Dengan lahap Sivia mulai menghabiskan pancake pesanannya.

Setelah habis, dia mengajak Alvin untuk menemaninya ke Grand Mall untuk membeli aksesoris.

Sampai disana Sivia dan Alvin berjlalan bersama menuju toko aksesoris yang berada di lantai 2.

Saat sudah sampai di lantai 2, tiba-tiba pandangan mata Sivia tertuju pada toko baju yang ada di samping toko aksesoris. Dia melihat gaun berwarna merah selutut yang sangat elegan.

“Woi!” seru Alvin mengagetkan Sivia.

“Ish! Apaan sih lo? Ganggu aja deh!” kata Sivia sebal.

“Abisnya elo! Ngeliatin apaan sih? Sampe segitunya.” Tanya Alvin. Sivia pun menunjuk gaun merah tadi.

“Oh.”

“Bagus banget kan, Vin?” tanya Sivia sambil terus memandang gaun itu dengan mata bebinar-binar.

“Hmm.. Eh, katanya mau ke toko aksesoris.” Kata Alvin menyadarkan Sivia.

“Oh iya, yuk!” ajak Sivia menarik tangan Alvin.

Di dalam toko, Alvin melihat-lihat tempat boneka dan melihat boneka monyet.

“Eh, Vi. Sini deh. Kok elo mirip sama boneka yang ini sih?” ledek Alvin.

“Eh, sialan lo! Masa muka gue yang kece gini disamaain sama itu.” Sivia manyun sebal menunjuk boneka monyet tadi.

“Hahaha.... elo jelek kalo manyun, Vi.” Kata Alvin cengengesan.

“Eh, kalo cantik ya cantik aja, Vin.” Kilah Sivia.

“Ya terserah elo deh.” Kata Alvin mengalah. Mereka pun terlihat tertawa gembira disana. Sampai..

Hadirlah sundel bolong atau nenek lampir.

“Hai, Vin.” Sapa Zevana.

“Eh, hai Ze.” Balas Alvin sambil menatap Zevana, Sivia juga ikut-ikutan menatap Zevana.

“Elo ngapain disini, Vin?”

“Ini, nemenin Via.” Jawab Alvin santai.

“Oh. Temenin gue milih-milih kalung yuk, Vin.” Ajak Zevana yang diangguki oleh Alvin. Sivia hanya menatap sedih kepergian mereka berdua. Akhirnya dia dengan berat hati mengikuti Alvin dan Zevana.

Kok malah jadi gini sih? Keluh Ran dalam hati sambil melihat kalung-kalung dengan malas-malasan. Dia tambah melengos melihat Alvin dan Zevana tampak sedang mengobrol seru.

Akhirnya karena tidak tahan, Sivia pun pergi tanpa memberi tahu Alvin dan Zevana. Dia berjalan gontai keluar dari toko itu. Dia ingin pulang, ingin menangis. Tapi, Oh! Dia lupa kalau dia tidak boleh menangis lagi. Akhirnya Sivia hanya dapat memendam perasaan sakitnya sambil terus menahan jatuhnya air matanya

Sivia pulang menaiki taksi, dia tidak menelpon Kak Felix karena takut Kak Felix akan marah kepada Alvin.

Sepeninggal Sivia, Alvin dan Zevana masih tetap saja mengobrol seru. Sampai, Alvin menyadari kalau Sivia sudah tidak ada.

“Eh, Via kok gak ada sih?” tanya Alvin khawatir.

“Udah deh! Biarin aja. Ga usah diurusin lah. Cewek gak penting gitu.” Ujar Zevana cuek.

 “Sorry, Ze. Gue kayaknya mesti balik, dah!” kata Alvin pamit.

Sivia memasuki kamarnya dengan lesu dan langsung merebahkan dirinya. Capek lahir dan batin. Dia mengnonaktifkan Hpnya, dia sedang tidak ingin diganggu.

“Gue udah gak tahan..” lirih Sivia. Kemudian dia segera tertidur.

Sementara itu, Alvin telah sampai di rumah dan dia menelpon Sivia. Tetapi, tidak ada jawaban. Walaupun, Alvin terus menghubungi HP Sivia, selalu tidak ada jawaban. Alvin khawatir Sivia marah kepadanya. Akhirnya Alvin menyerah, dia akan meminta maaf pada Sivia besok saja. Alvin kemudian mengambil gitarnya dan membawanya ke balkon.

Sejenak dia menatap kosong kedepan lalu mulai memetik senar gitarnya dan mulai bernyanyi.

Tiada guna kau kembali

Mengisi ruang hati ini

Semuanya telah berlalu

Bersama lukaku

 

Semua yang telah berlalu

Antara hatiku dan hatimu

Takkan ada cinta

Seperti yang dulu

 

Tiada guna kau berjanji

Untuk setia menemani

Hatiku yang telah terluka

Karena dustamu

 

Semua yang telah berakhir

Antara diriku dan dirimu

Takkan ada yang rindu

Seperti Yang dulu...

 

Malam harinya, setelah 1 jam berkutat dengan tugas sekolah yang harus dikumpukan besok akhirnya Sivia dapat meregangkan otot-ototnya.

“Huuff...Akhirnya selesai.. Sekarang tinggal ngapain ya?”

“Buka twitter aja deh..” ucapnya yang kemudian membuka akun twitternya. Setelah membaca TLnya dia mulai mengetweet.

@Via_Xis

Hari yang sangat melelahkan. Capek dengan hubungan yang kau gantungkan. T_T

Tidak berapa lama, ada yang mementionnya. Dia melihatnya..

“Oh, Alvin.” Gumamnya.

@IamAlvinJo_

@Via_Xis Vi, kok tadi gue nelpon lo, HP lo gak aktif? Lo marah sama gue ya?

Sivia berpikir sebentar, kemudian dia membalasnya.

@Via_Xis

@IamAlvinJo_ Gak marah kok . Tenang aja. Buat apa gue marah? Toh gue bukan siapa-siapa lo. Tadi HP gue, di nonaktifkan. Tapi, sekarang udah gak kok.

Sivia menghela napas sebentar, “Huufftt..Sakit..” gumamnya.

@IamAlvinJo_

@Via_Xis Jangan ngomong gitu . Oya besok temuin gue di tempat lo ketiduran dibahu gue dulu. Ok? Jagan lupa. Jam 4 sore. Gue jemput.

@Via_Xis

@IamAlvinJo_ Hah? Buat apa?

Tetapi, Alvin tidak membalas mention Sivia. Karena tidak dibalas, akhirnya Sivia mematikan laptopnya.

================ooOoo=================

“Kak, gue pergi dulu ya?” pamit Sivia pada Kak Felix yang tengah menonton TV.

“Mau kemana lo?”

“Ke taman deket rumah. Bentaran kok.”

“Deket dari Hongkong! Jauh gitu! Gue anter aja ya?”tawar Kak Felix.

“Gak deh. Gue dijemput sama Alvin.”

“Tapi, ini mendung banget Vi. Kalo ujan gimana?”

“Gapapa, Ko. Tenang aja. Bentaran doang.” Ucap Sivia yang sudah keluar rumah. Semetara itu, Kakaknya hanya geleng-geleng kepala.

Sivia berjalan menuju gerbang rumahnya. Alvin telah menunggunya diatas cagiva merah miliknya.

“Yuk.” ajak Alvin sambil menstater motornya. Dia melesat menuju taman.

Sampai di taman, ternyata sudah ada yang menunggu mereka. Dan dia adalah...

“Zevana..” panggil Alvin.

Zevana melihat orang yang memanggilnya dan tersenyum saat tahu bahwa Alvin yang telah memanggilnya.

Dia mulai berjalan mendekat, “Hai, Vin! Bawa orang ternyata.” Ucapnya sambil melirik Sivia yang berjalan dibelakang Alvin.

Sivia tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap Alvin, tetapi, dia tetap berusaha tersenyum.

“Ya udah. Yuk, kesana aja. Kayaknya bentar lagi mau ujan nih.” Ajak Zevana sambil menggandeng tangan Alvin. Sivia mengikuti Zevana dan Alvin yang berjalan menuju paviliun yang berada ditengah taman.

“Vin, sebenernya lo ngajak gue kesini ada apa?” tanya Sivia saat sudah sampai di paviliun.

“Ya jelas jadiin elo obat nyamuk buat kita lah. Alvin kan kemarin ngajak gue ketemuan disini.”

“Udah deh, lo jangan buat gue emosi. Gue capek tau ga.” Ucap Sivia tajam.

“Bodo! Salah lo sendiri, udah tau Alvin cintanya sama gue! Tapi, lo tetp aja ngejar-ngejar! Gak punya malu lo.” Zevana mulai menyolot.

“Apa itu bener, Vin?” tanya Sivia.

Sebelum Alvin menjawab, tiba-tiba Zevana mendekatkan wajahnya ke wajah Alvin dan mencium bibir Alvin selama 5 detik..

JEDERRR!!!

 

BERSAMBUNG ~

nah lho? ada suara lagi tuuuuh. apaan ya??

 

mf klo ada yg salah ketik...

skali lagi aku minta maaf krna cerpen reques kalian kehapus. jadi nanti aku ngepost cerpen pengganti. gpp kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar